FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

  1. Definisi pertumbuhan dan perkembangan

Selama pertumbuhan, organisme akan mengalami proses peningkatan dan pematangan aktivitas organ. Proses ini berperan untuk meningkatkan fungsi organisme menjadi lebih sempurna. Cobalah kamu identifikasi  peningkatan dan pematangan aktivitas organ yang terjadi pada dirimu sendiri dari usia balita sampai kamu beranjak remaja! Proses untuk mencapai kematangan  fungsi organisme itulah yang disebut dengan perkembangan.

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan secara simultan (pada waktu bersamaan). Perbedaannya terletak ada faktor kuantitatif dan kualitatif. Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif karena mudah diamati, yaitu terjadi perubahan jumlah dan ukuran. Sebaliknya, perkembangan tidak dapat dinyatakan secara kuntitatif, melainkan terjadi perubahan fungsional organisme menjadi lebih sempurna. Secara garis besar perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan dapat dilihat pada tabel 1. di bawah ini.

Pertumbuhan

Perkembangan

ü          Terjadi pertambahan berat dan ukuranü          bersifat kuantitatif (dapat diamati)

ü          Bersifat irreversible (tidak dapat balik)

ü          Dapat diukur (auksanometer)

ü       Terjadi  peningkatan atau pematangan organü       bersifat kualitatif

ü       Bersifat reversible

ü      Tidak dapat diukur

  1. Pertumbuhan dan Perkembangan pada  Tumbuhan

Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangaN pada tumbuhan meliputi tahap-tahap sebagai berikut :

-       petumbuhan bakal biji dan bakal buah,

-       perkecambahan,

-       pertumbuhan

Macam-macam pertumbuhan pada tumbuhan, yaitu:

a.    Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer .
Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:

1.    Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)

2.    Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah ini memiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.

3.    Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.

b.    Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Faktor internal :

ü      faktor genetis : aktivitas metabolik yang berlangsung di dalam tumbuhan dikendalikan oleh gen-gen yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut.

ü      Faktor fisiologis : hormon-hormon yang berperan aktif dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Hormon-hormon nya adalah:

  1. Auksin : hormon untuk perpanjangan sel. Fungsi : merangsang kambium untuk membentuk floem dan xilem, memelihara elastisitas dinding sel, dan membentuk dinding sel primer.
  2. Giberilin : hormon yang berfungsi sinergis (berkerja sama) dengan hormon auksin. Hormon yang mempengaruhi perkembangan dan perkecambahan embrio . fungsi : proses pembentukan biji.
  3. Etilen : hormon yang berperan dalam proses pematangan buah dan kerontokan daun. Fungsi : manfaat untuk para pedagang dan distributor buah.
  4. Sitokinin : hormon yang berperan dalam pembelahan sel . fungsi: merangsang pembentukan akar dan batang, menghambat dominansi apikal, mengatur pertumbuhan daun dan pucuk, memperbesar daun muda, mengatur pembentukan bunga dan buah, dan menghambat proses penuaan.
  5. Asam absisat (ABA) : berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun. Fungsi : mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk.
  6. Kalin : berperan dalam proses organogenesis tumbuhan. Dibagi menjadi 4 kelompok yaitu: rizokalin (pembentukan akar), kaulokalin (pembentuk batang), filokalin (pembentuk daun), antokalin (pembentukan bunga).
  7. Asam traumalin : berperan dalam proses regenerasi sel apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan

Faktor eksternal :

ü      Temperatur : mempengaruhi proses fotosintesis, respirasi, transpirasi.

ü      Cahaya matahari : mempengaruhi tumbuhan berklorofil karena cahaya di butuhkan untuk fotosintesis. Terdapat tumbuhan berhari pendek, tumbuhan berhari panjang, dan tumbuhan berhari netral

ü      Air, pH, dan oksigen : menjaga tekanan turgor

ü      Nutrisi : untuk kelangsungan hidup tumbuhan

Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan:
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletakan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi.

Pengaruh Nutrien pada pertumbuhan Tumbuhan:

ü      Belerang (S) Merupakan komponen utama protein dan koenzim pada tumbuhan

ü      Fosfor (P) Merupakan komponen pembentuk asam nukleat, fosfolipid, ATP dan beberapa koenzim

ü      Magnesium (Mg) Merupakan komponen klorofil dan mengaktifkan banyak enzim pada tumbuhan

ü      Kalsium (Ca) Merupakan unsur penting dalam pembentukan dan stabilitas dinding sel, memelihara struktur dan permeabilitas membran, dan mengaktifkan banyak enzim pada tumbuhan

ü      Kalium (K) Merupakan kofaktor yang berfungsi dalam sintesis protein

ü      Nitrogen (N) Merupakan komponen asam nukleat, protein, hormon dan koenzim

ü      Oksigen (O) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan

ü      Karbon (C) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan

ü      Hidrogen (H) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan

ü      Molibdenum (Mo) Komponen esensial untuk fiksasi nitrogen

ü      Nikel (Ni) Kofaktor untuk enzim yang berfungsi dalam metabolisme nitrogen

ü      Seng (Zn) Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim

ü      Mangan (Mn) Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim

ü      Besi (Fe) Merupakan komponen sitokrom, mengaktifkan beberapa enzim

ü      Klor (Cl) Diperlukan untuk tahapan pemecahan air pada fotosintesis, diperlukan dalam menjaga keseimbangan air

  1. Pertumbuhan dan perkembangan hewan :
  • Tahap embrio
  • Tahap pasca embrio

Tahap embrio :

Dimulai dari proses fertilisasi (penyatuan sel telur dan sperma)® zigot (proses pembelahan). Dibagi menjadi 5 fase, yaitu :

ü            Fase morula : mengalami pembelahan berkali-kali. Pembelahan yang cepat terjadi pada bagian vertikal yang memiliki kutub hewan dan kutub vegetatif. Morula : embrio yang terdiri dari 16-64 sel.

ü            Fase blastula ; terjadi pembagian sitoplasma kedalam 2 kutub yang di bentuk pada fase morula. Ditandai dengan terbentuknya blastosol. Embrio yang mempunyai blastosol di sebut blastula

ü            Fase gastrula : mengalami proses diferensiasi, dengan menghilangkan blastosol. Sel-sel pada kutub akan membelah dengan cepat dan akhir nya membentuk lekukan kearah dalam. Ektoderm akan menjadi kulit, endoderm akan menjadi berbagai macam saluran. Berdasarkan lapisan embrional, hewan dibagi jadi 2: hewan diplblastik (punya 2 lapisan embrional) dan hewan triploblastik (punya 3 lapisan embrional). Hewan triploblastik di kelompokan jadi 3 : aselomata, pseudoselomata, dan selomata.

ü            Diferensiasi dan organogenesis : prosesnya dikendalikan oleh faktor hereditas (gen). Pada akhirnya ektoderm, mesoderm, dan ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi organ-organ

Ektoderm : menjadi epidermis, rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, email gigi, sistem saraf, dan saraf reseptor.

Mesoderm : tulang, jaringan ikat, otot, sistem peredaran darah, sistem eksresi, dan sistem reproduksi.

Endoderm : jaringan epitel pencernaan, sistem pernapasan, pankreas, hati, serta kelenjar gondok.

Tahap pasca embrio :

Regeneasi : proses perbaikan tubuh yang luka atau rusak.pada organisme yang berkembang biak secara asksual, regenerasi merupakan proses reproduksi juga.

About these ads

About wantemashariadi

saya adalah seorang yang selalu berpikir simple namun mempunyai visi ke depan, dan apa adanya titik

Posted on 19 Juni 2011, in materi kelas XII. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: