JADWAL SEMESTER GANJIL 2013-2014

BUAT SISWA-SISWI SMAN 1 LINGSAR DAPAT MENDOWLOAD JADWAL SEMESTER DISINI. LUMAYAN KETIMBANG MENCATAT

ENUMERASI BAKTERI HIDUP (LAPORAN PRAKTIKUM)

Mutu mikrobiologis dari suatu produk/bahan ditentukan oleh jumlah dan jenis mikroorganisme yang terdapat dalam bahan tersebut.(Buckle,1985). Mutu mikrobiologis ini akan menentukan ketahanan produk tersebut ditinjau dari kerusakan oleh mikroorganisme, dan keamanan produk dari mikroorganisme ditentukan oleh jumlah species patogenik yang terdapat. Jadi kemampuan untuk mengukur secara tepat jumlah mikroorganisme yang umum terdapat dalam bahan/produk dan jumlah organisme spesifik yang berada dalam bahan/produk merupakan dasar yang penting bagi mikroobiologi bahan/produk, misalnya pada bahan/produk pangan.

Beberapa cara dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik di dalam suatu suspensi atau bahan, yaitu cara penghitungan pada cawan pembiakan, cara menghitung langsung (metode kaca objek),yang meliputi : Metode bilik hitung dan metode breed, metode ukur kekeruhan, metode turbidimetri dan MPN (Most Probable Number) (Irianto,2006). Tapi, dalam penerapannya di dalam praktikum ini hanya dilakukan hitungan cawan atau metode penghitungan bakteri hidup.

Metode hitungan cawan memiliki prinsip yaitu jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar, maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop(Fardiaz,1992). Metode hitungan cawan adalah metode perhitungan secara tidak langsung yang didasarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi satu koloni yang merupakan suatu indeks bagi jumlah organisme yang dapat hidup yang terdapat pada sampel(Penn, 1991).

Koloni yang dipilih untuk dihitung menggunakan cara metode hitungan cawan memiliki syarat khusus berdasarkan statistik untuk memperkecil kesalahan dalam perhitungan. Perhitungan mengacu kepada standar atau peraturan yang telah ditentukan. Syarat-syaratnya sebagai berikut :

1. Pilih cawan yang ditumbuhi koloni dengan jumlah 30-300 koloni. > 300 = TNTC (Too Numerous To Count) atau TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung). < 30 = TFTC (Too Few To Count).

2. Jumlah koloni yang dilaporkan terdiri dari 2 digit yaitu angka satuan dan angka sepersepuluh yang dikalikan dengan kelipatan 10 (eksponensial)

3. Bila diperoleh perhitungan < 30 dari semua pengenceran, maka hanya dari pengenceran terendah yang dilaporkan.

4. Bila diperoleh perhitungan > 300 dari semua pengenceran, maka laporannya adalah 300 dikali 1/ faktor pengenceran dengan menuliskan hasil yang sebenarnya dalam tanda kurung. (hasil yang sebenarnya diperoleh dari pengenceran tertinggi). (Anonim,2009). Selenkapnya download DISINI

Image

EDMODO

http://www.edmodo.com situs/aplikasi edukasi berbasis jaringan sosial. Aplikasi ini sejenis dengan FACEBOOK namun keunggulannya dapat digunakan untuk berinteraksi khusus siswa dengan guru secara online. TRY IT. LEBIH JELAS MENGENAI EDMODO download disini 

atau langsung ke websitenya: http://www.edmodo.com/home

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA SLIDE KERJA SISWA INTERAKTIF (SKSI) JAM GENETIKA BERBASIS KOMPUTER PROGRAM APLIKASI POWERPOINT-SWISHMAX PADA POKOK BAHASAN GENETIKA KELAS XII*)

Oleh : Ismawan Hariadi**)

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  multimedia pembelajaran Genetika menggunakan media interaktif Jam Genetika pada sub pokok bahasan  Penyimpangan Semu Hukum Mendel dengan program aplikasi Powerpoint-Swishmax. Multimedia yang dikembangkan berupa Slide Kerja Siswa Interaktif (SKSI) Jam Genetika yang bersifat interaktif, berisi animasi, flash dan beberapa komponen media berupa gambar, teks, dan audio.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan hanya sampai tahap kedua, yaitu tahap studi dan tahap pengembangan, sedangkan tahap uji coba lapangan tidak dilakukan karena keterbatasan yang peneliti miliki. Tahap studi meliputi : studi pustaka, survey lapangan dan penyusunan story board, sedangkan tahap pengembangan meliputi tahap uji perorangan dan revisi program. Data yang diperoleh dari penelitian ini dikumpulkan dengan teknik kuisioner dan dianalisis secara kualitatif. Hasil uji perorangan digunakan untuk merevisi SKSI Jam Genetika hasil pengembangan.

 

Kata kunci :

SKSI Jam Genetika, program aplikasi powerpoint-swishmax

 

 

*) Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam rangka hari guru tahun 2012 oleh PGRI tingkat kabupaten Lombok Barat

**) Guru Biologi di SMAN 1 Lingsar

Versi word dapat di download DISINI

SKL TERBARU UNAS 2013

Berikut saya berikan link download SKL UNAS 2013 jenjang SMP/MTs-SMA/MA seluruh mata pelajaran. SKL diambil langsung dari BSNP. Berminat silahkan CEK DISINI

MATERI PRESENTASI SKL 1 BIOLOGI SEBAGAI ILMU

 

Perkembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu pengetahuan alam (IPA) telah mengubah sejarah kehidupan manusia. Perkembangan itu semakin pesat setelah diketemukannya komputer yang dapat membantu manusia dalam merancang dan menganalisis hasil-hasil penelitian. Di dunia kedokteran telah ditemukan berbagai teknik bedah, transplantasi organ, terapi genetik, bayi tabung, serta obat-obatan penyembuh berbagai penyakit. Itu semua berkat perkembangan IPA. Ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam dan ingin memahami alam apa adanya.

MATERI SELENGKAP DOWNLOAD DISINI

ABNORMALITAS AKIBAT KELAINAN KROMOSOM : ”DOWN SYNDROME”

Oleh : Ismawan Hariadi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di Dalam setiap sel organisme terdapat substansi genetik yang terletak di dalam nukleus, yaitu pada kromosom. Kromosom tiap individu mengandung gen yang merupakan substansi hereditas yang nantinya akan diturunkan kepada keturunannya. Gen membawa semua informasi genetik yang berperan dalam mengatur pertumbuhan dan sifat-sifat keturunan. Misalnya, pertumbuhan bentuk dan warna rambut, susunan darah, kulit dan penampakan lain baik secara fenotif maupun genotif.

Gen yang terdapat dalam suatu lokus pada kromosom mempunyai tugas khas dan waktu reaksi yang khas pula. Beberapa gen menunjukkan aktivitasnya dalam masa embrio, lainnya pada waktu kanak-kanak, dan lainnya lagi setelah organisme menjadi dewasa. Mungkin juga suatu gen aktif dalam, tetapi tidak aktif dalam organ yang lain.

Dalam mengikuti prinsip-prinsip keturunan, biasanya terdapat anggapan bahwa keadaan bahan genetik adalah konstan selama pengamatan. Menurut Suryo (1986:241) anggapan ini tidak selamanya benar, karena dalam suatu ekperimen kemungkinan untuk terjadinya perubahan genetik itu tetap ada. Jadi, selama ini faktor perubahan genetik pada suatu pengamatan jarang sekali diperhatikan padahal kemungkinan itu bisa saja terjadi. Pada umumnya bila terjadi perubahan genetik pada individu maka indvidu tersebut dikatakan megalami Mutasi. Namun, berdasarkan perjanjian, istilah mutasi umumnya digunakan untuk perubahan gen,sedangkan perubahan kromosom yang dapat diamati dikenal sebagai variasi kromosom atau Aberrasi (Suryo,1986:241). Terjadinya aberrasi biasanya mengakibatkan abnormalitas pada individu.

Diantara variasi kromosom yang paling mudah diamati adalah variasi yang menyangkut jumlah kromosom. Adanya variasi kromosom pada beberapa individu khususnya pada manusia mengakibatkan abnormalitas yang dapat dilihat dari penampakkan fisik maupun prilakunya. Abnormalitas yang muncul ini mengakibatkan suatu gejala-gejala dan tanda-tanda yang khas bagi penderita yang disebut dengan syndrome. Banyak syndrome yang telah ditemukan akibat adanya variasi kromosom ini, salah satunya adalah Down Syndrome.

Penulis mencoba mengangkat masalah ini karena down syndrome merupakan variasi kromosom yang mudah dikenali. Dalam masyarakat penderita down syndrome biasanya disebut penderita penyakit idiot. Banyak masyarakat beranggapan bahwa penyakit ini merupakan kutukan karena pada saat kehamilan orang tua si penderita down syndrome pernah melakukan hal-hal yang dilarang secara budaya, misalnya memotong rambut, kumis, menyembelih binatang, memukul benda-benda tajam dan lain sebagainya. Mudah-mudahan dengan permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini, penulis berharap dapat mendapat menambah wawasan dan pemahaman kita semua tentang penyakit akibat vaiasi kromosom umumnya dan downsyndrome khususnya.

B. Permasalahan

Telah diungkapkan diatas bahwa adanya variasi kromosom dapat menyebabkan berbagai penyimpangan genetik yang disebut dengan aberrasi kromosom. Down syndrome sebagai akibat penyimpangan genetik di masyarakat lebih dikenal disebabkan oleh mitos-mitos budaya setempat yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Oleh sebab itu untuk memberikan persepsi yang sama tentang down syndrome ini penulis mencoba mengangkat permasalahan sebagai berikut :
1. Apa sebenarnya down syndrome tesebut?
2. Faktor-faktor yang menyebabkan down syndrome?
3. Bagaimana mekanisme terjadinya down syndrome?

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Kelainan Kromosom
Di dalam nukleus kebanyakan mahluk hidup terdapat benda-benda halus berbentuk lurus seperti batang atau bengkok dan terdiri dari zat yang mudah mengikat warna yang biasa disebut dengan kromosom dan zat yang menyusunnya disebut dengan kromatin. Menurut Benden dan Boveri (1887) dalam Suryo (1986:6) banyaknya kromososm di dalam nukleus dari mahluk hidup yang berbeda adalah berlainan dan jumlahnya untuk tiap mahluk hidup adalah konstan selama mahluk itu hidup.
Pada manusia yang merupakan mahluk eukaryotik memiliki 46 kromosom yang terbagi ke dalam 2 tipe :
1. Kromosom Autosom, ialah kromosm yang tidak ada hubungannya dengan penentuan jenis kelamin atau bisa juga disebut kromosom somatik. Berjumlah 22 pasang.
2. Kromosom Seks, ialah sepasang kromosom yang menentukan jenis kelamin. Berjumlah satu pasang, bisa XX untuk jenis kelamin perempuan dan XY untuk jenis kelamin laki-laki.

Seperti diketahui, kebanyakan mahluk hidup bersifat dipoid (2n) sehingga selama pembentukkan gamet-gamet (gametogenesis) berlangsunglah meiosis (pembelahan reduksi). Pasangan kromosom dalam sel induk gametangium dalam keadaan normal akan memisah sehingga gamet memiliki separoh dari jumlah kromosom yang dimiliki individu. Namun peristiwa ini tidak selamanya terjadi, terkadang terjadi kelainan pada saat peristiwa pemisahan atau pada saat berlangsungnya pindah silang. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya kelainan pada kromosom yang biasa disebut dengan aberasi kromosom. Menurut Kimball (1991:239) kelainan atau aberasi kromosom ini terbagi menjadi 2 golongan besar :
1. Aberasi kromosom yang terjadi karena perubahan jumlah kromosom
Dalam keadaan normal jumlah kroosom yang dimiliki suatu individu adalah stabil, tidak mudah berubah. Akan tetapi oleh karena adanya kelainan seperti nondisjuction atau karena induksi yang sengaja diperlukan seperti perlakuan dengan menggunakan zat kimia tertentu, maka jumlah romosom dapat berubah. Contoh peristiwa ini adalah : aneuploidi ( Sindroma Down, sindroma Edward, sindroma Patau, sindroma Klinefelter dll) dan euploidi.
2. Aberasi kromosom yang terjadi karena perubahan struktur kromosom.
Perubahan struktur kromosom biasanya terjadi akibat penggunaan sinar yang cukup kuat, seperti sinar X, sianar ultraviolet (UV) atau dengan radiasi ionisasi. Akibat perlakuan dengan sinar yang kuat, maka kromosom akan patah. Di bagian yang patah itu terjadi luka, sehingga bagian yang luka itu tidak mempunyai telomer. Karena telomer yang fungsi biasanya menghalang-halangi kromosom-kromosom bersambungan pada ujungnya tidak ada, maka potongan kromosom yang patah tadi kini dapat bersambungan dengan potongan kromosom lainnya. Akibatnya terjadilah mutasi kromosom pada individu

B. Down Syndrome
1. Sejarah Down Syndrome
Pada tahun 1866 seorang dokter bernama John Langdon Down mempublikasikan tulisannya (essay) di Inngris, dimana dalam tulisannya tersebut menggambarkan secara umum adanya perbedaan penampakkan yang nyata antara anak yang mengalami keterbelakangan mental (mental retardation) dengan anak lainnya (normal). Ia melihat anak yang memiliki keterbelakangan mental tadi memiliki ciri-ciri yang aneh seperti tinggi badan yang relatif pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang mongolia sehingga ia menamakan kelainan Mongoloid.Untuk menghindari ketersinggungan bangsa Mongol maka sekitar tahun 1970-an para ahli Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut dengan merujuk penemu pertama kali syndrome ini dengan istilah Down Syndrome dan hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah yang sama, namun di Inggris atau Eropa terkadang hanya menyebut dengan istilah Down’s saja. (www.potads.com )

2. Definisi
Tidak ada definisi yang tepat mengenai kelainan ini tetapi saya mencoba untuk mendefinisikannya sendiri. Down Syndrome yaitu suatu keadaan keterbelakangan mental yang diakibatkan oleh abnormalitas perkembangan kromosom. Walaupun ada beberapa situs yang mendifinisikan penyebabnya secara spesifik, misalnya down syndrome adalah keadaan dimana kromosom gagal berpisah (nondisjuction) sehingga menyebabkan adanya tambahan kromosom (triplet) pada kromosom nomor 21(www.epilepsyontario.org ). Mengapa definisi ini belum ada yang tepat karena pada penelitian terakhir dari John Hopkins Medical Institution (JHMI) berhasil menemukan bahwa ternyata down syndrome terjadi karena hal yang lebih kompleks bukan hanya area genetik saja yang berperan seperti telah diasumsikan sebelumnya selama 30 tahun ini (www.freedomofme.multiply.com ). Namun tetap saja definisi yang tetap dan tepat belum bisa diungkapkan walupun JHMI telah mengungkapkan hasil penelitiannya yang masih tanda tanya pula.

3. Manifestasi Klinik Down Syndrome

Manifestasi klinis yang paling jelas pada anak yang menderita Down Syndrome adalah adanya keterbelakangan perkembangan fisik dan mental pada anak. Pada wajah, yang paling khas adalah bentuk mata yang miring dan tidak punya lipatan di kelopak. Selain itu, hidung cendrung lebih kecil dan datar. Tak jarang pula diikuti dengan saluran pernapasan yang kecil pula, sehingga sering kesulitan dalam bernapas. Ukuran mulut sering lebih kecil dengan lidah tebal dan pangkal mulut yang cenderung dangkal. Disamping itu, otot mulut juga kerap lemah, sehingga menghambat kemampuan berbicara. Pertumbuhan gigi geligi lambat dan tak tumbuh beraturan sehingga berpengaruh kepada pertumbuhan gigi permanen. Letak telinga rendah dengan ukuran kanal telinga kecil, sehingga mudah terserang infeksi. Rambut lemas, tipis, dan jarang serta kecendrungan bentuk kepala yang pipih.(Goestiani,2008)
Selain dari tampilan wajah penderita down syndrome dapat diamati dari anggota tubuh lain, seperti tangan dan kaki. Tangan biasanya kecil dengan jari-jari yang pendek dan kelingking yang bengkok. Bila pada kelngking orang normal memiliki 3 ruas tulan, maka pada penderita DS ruas kedua jari kelingking mereka terkadang tumbuh miring atau bahkan tidak ada sama sekali. Di telapak tangan terdapat garis melintang yang disebut simian crease. Garis tersebut terdapat juga di kaki, yaitu diantara telunjuk dan ibu jari yang jaraknya cenderung lebih jauh dari pada kaki yang normal. Keadaan ibu jari dan telunjuk yang berjauhan disebut juga dengan sandal foot (Goestiani,2008)
Penderita Down Syndrome cenderung periang, senang, bersahabat dan gemar musik, tetapi seperti anak normal mereka dapat memperlihatkan suatu rentang atribut kepribadian. Pada masa remaja,perkembangan seksual biasanya terhambat atau tidak lengkap.(Anonim,2008)
4. Penyebab Down Syndrome

Tubuh manusia memiliki milyaran sel yang memiliki pusat informasi genetik di kromosom. Normalnya manusia mempunyai 23 pasang kromosom sehingga total berjumlah 46 buah kromosom. Pada anak DOWN SYNDROME kromosom nomor 21 berjumlah tiga dimana seharusnya berjumlah dua sehingga total menjadi 47 buah kromosom dan biasa disebut Trisomi 21.
Jumlah kromosom yang berlebihan itulah yang mengakibatkan terjadinya kegoncangan pada sistem metabolisme sel yang akhirnya memunculkan DOWN SYNDROME. Penderita Down Syndrome dapat laki-laki ataupun perempuan sehingga formula kromosomnya dapat ditulis sebagai berikut (Suryo,1996:260):
a. untuk penderita laki-laki = 47,XY, + 21
b. untuk penderita perempuan = 47, XX, + 21
Cara penulisan +21 berarti ada kelebihan pada autosom nomor 21
DOWN SYNDROME bukan penyakit menular dan bukan penyakit keturunan. Anggapan bahwa DOWN SYNDROME hanya akan terjadi pada usia ibu yang pada saat hamil berusia diatas 35 saat ini telah dipatahkan karena setelah diteliti lebih lanjut ternyata DOWN SYNDROME bisa terjadi pada ibu yang mengandung pada usia di bawah 35 thn. Juga anggapan bahwa DOWN SYNDROME terjadi karena kekurangan gizi (golongan tidak berpunya) juga dipatahkan karena DOWN SYNDROME tidak mengenal strata sosial, seorang ibu yang menjaga kehamilan dengan baik sekalipun sang bayi yg dikandungnya bisa terkena DOWN SYNDROME. Kesalahan pengandaan kromosom nomor 21 tersebut bukan karena penyimpangan perilaku orang tua ataupun pengaruh pencemaran lingkungan. Ketidakjelasan penyebab pasti itu membuat faktor penyebab DOWN SYNDROME hingga saat ini belum terobati dan tak tercegah. (www.ceritamamaayu.blogspot.com )
Secara umum terdapat 3 penyebab terjadinya down syndrome (www.ds-health.com) :

1. Non-disjuction (ND)
Non-disjuction atau biasa disebut dengan gagal memisah. Kadang-kadang diwaktu meiosis selama pembentukan sel-sel kelamin, sepasang kromosom kelamin tidak memisahkan diri, melainkan tetap berkumpul. Andaikan peristiwa ini terjadi selama oogenesis, maka terbentuklah 2 macam ovum, yaitu ovum yang memiliki dua kromosom X dan sebuah lainnya yang hanya mengandung autosom saja tanpa kromosom X. Non-disjuction merupakan penyebab terbanyak dari down syndrome, yaitu sekitar 95% dari semua kasus down syndrome.Dan menurut penelitian 90% kasus Non-disjuction berasal dari sel ibu. Hal ini dibenarkan oleh Suryo (1996:265) yang menyatakan bahwa lahirnya anak down syndrome berhubungan erat dengan umur ibu. Sampai sekarang belum diketahui dengan pasti mengapa ND bisa terjadi namun kuat dugaan penyebab ND berhubugan dengan umur ibu.
1. Translocation (Translokasi)
Translokasi ialah peristiwa terjadinya perubahan struktur kromosom disebabkan karena suatu potongan kromosom bersambungan dengan potongan kromosom lainnya yang bukan homolognya. Pada down syndrome translokasi, lengan panjang dari autosom nomor 21 melekat pada autosom lain, kadang-kadang dengan autosom nomor 15 tetapi lebih sering dengan autosom nomor 14 (Suryo,1996:264). Dengan demikian individu yang menderita down syndrome translokasi memiliki 46 kromosom. Seperti halnya ND, Translokasi terjadi sebelum konsepsi namun perbedaannya adalah bahwa translokasi terjadinya tidak berhubungan dengan umur orang tua terutama ibu. Kira-kira 1/3 dari kasus ini seorang bapak yang carier kromosom translokasi dapat meningkatkan peluang secara signifikan mendapatkan anak down syndrome. Namun dalam kasus tertentu tranlokasi dapat terjadi secara spontan (www.ds-health.com )
2. Mosaicism
Mosaicism atau lebih sering disebut Mosaic Down Syndrome (MDS) kejadiannya sangat mirip dengan ND hanya saja perbedaan terletak pada waktu kejadiannya saja. MDS terjadi setelah fertilisasi. Berikut adalah gambaran terjadinya MDS
3. Translocation (Translokasi)
Translokasi ialah peristiwa terjadinya perubahan struktur kromosom disebabkan karena suatu potongan kromosom bersambungan dengan potongan kromosom lainnya yang bukan homolognya. Pada down syndrome translokasi, lengan panjang dari autosom nomor 21 melekat pada autosom lain, kadang-kadang dengan autosom nomor 15 tetapi lebih sering dengan autosom nomor 14 (Suryo,1996:264). Dengan demikian individu yang menderita down syndrome translokasi memiliki 46 kromosom. Seperti halnya ND, Translokasi terjadi sebelum konsepsi namun perbedaannya adalah bahwa translokasi terjadinya tidak berhubungan dengan umur orang tua terutama ibu. Kira-kira 1/3 dari kasus ini seorang bapak yang carier kromosom translokasi dapat meningkatkan peluang secara signifikan mendapatkan anak down syndrome. Namun dalam kasus tertentu tranlokasi dapat terjadi secara spontan (www.ds-health.com )
BAB. III
KESIMPULAN

Mengacu pada pokok permasalahan di atas dan pembahasan yang dilakukan dari studi literatur dapat disimpulkan bahwa :
1. Down Syndrome merupakan suatu bentuk kelainan kromosom, dimana jumlah kromosom autosom pada kromosom nomor 21 tidak berjumlan sepasang melainkan 3 atau bahasa medisnya trisomi-21. Terjadinya trisomi-21 disebabkan oleh beberapa kesalahan pada saat pembelahan, misalnya dikarenakan oleh peristiwa sebagai berikut : Non-disjuction, Mosaicism, dan Translokasi.
2. Terjadinya anak down syndrome bukan karena pengaruh factor lingkungan ataupun pengaruh penyimpangan perilaku orang tua. Menurut penelitian terjadinya DS berhubungan sangat signifikan dengan umur orang tua terutama ibu.
3. Mekanisme terjadinya trisomi-21 penyebab terjadinya DS dapat terjadi setelah konsepsi, misalnya pada peristiwa mosaicism atau sebelum konsepsi terjadi, misalnya pada peristiwa Non-disjuction dan Translokasi .

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2008. Down Syndrome. Makalah lepas
Kimball, 1991. Biologi. Erlangga. Jakarta
Goestiani, Elya.2008. Mengenal Down Syndrome. Dalam http://www.badepok.blog.com . download 2 Nopember 208
Suryo,1986.Genetika Manusia. Gadjah Mada University Press. Bulaksumur Yogyakarta.
http://www.potads.com download 2 Nopember 2008
http://www.epilepsyontario.org download 2 Nopember 2008
http://www.fredomofme.multiply.com download 2 Nopember 2008
http://www.badepok.blog.com download 2 Nopember 2008
http://www.ceritamamaayu.blogspot.com download 2 Nopember 2008
http://www.ds-health.com download 2 Nopember 2008

MATERI KEPENCINTAALAMAN

OLEH : ISMAWAN HARIADI, SPd., M.Pd **)

“Gunakan gunung dan laut sebagai ruang belajar untuk menghasilkan orang-orang yang terbaik, untuk membangun karakter, untuk menanamkan ketangguhan harapan individu dan kelompok di dalam masyarakat tergantung kemampuannya bertahan hidup”.
(Kurt Hanh)

A. Pendahuluan
Akhir-akhir ini minat masyarakat (dalam hal ini pelajar dan mahasiswa) untuk masuk organisasi Pencinta Alam (PA) relatif masih cukup banyak. Hal ini ditunjang dengan perkembangan kepencintaalaman yang cukup pesat. Baik dari segi keragaman kegiatan, peralatan dan sarana penunjang lainnya.
Tidak kita pungkiri di awal-awal terbentuknya organisasi PA ditahun 60-an yang dipelopori oleh Wanadri dan Mapala Universitas Indonesia, kegiatan pencinta alam/kepencintaalaman masih berkisar pada pendakian gunung. Hal ini masih terus berjaln samapai pada awal tahun 90-an.
Namun sesuai dengan perkembangan zaman yang diikuti dengan derasnya arus informasi dan komunikasi serta teknologi di era tahun 90-an, kegiatan pencinta alam mulai mengalami keragaan, dan sampai-sampai kegiatan kepencintaalaman oleh beberapa orang telah dijadikan komoditas bisnis yang menjanjikan dan memiliki prospek masa depan yang cerah untuk dikembangkan.
Oleh bebrapa pebisnis yang melihat peluang ini kegiatan kepencintaalaman merupakan sarana ampuh di dalam membangun kekompokkan tim (team Building) dalam bentuk outbond dimana hal ini sangat diperlukan dalam suatu kelompok kerja (perusahaan atau instansi).

B. Kepencintaalaman
Kalau kita bicara kepencintaalaman, maka kita berbicara mengenai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dan yang menunjang baik secara langsung maupun tak langsung dalan kegiatan pencinta alam.
Secara garis besar kegiatan kepencinta alaman dibagi menjadi 3 jenis :
1. ADVENTURE (berpetualang)
Berpetualang adalah cikal bakal munculnya kegiatan pencinta alam. Berpetualang adalah kegiatan primitive yang dilakukan oleh nenek moyang kita untuk tujuan bertahan hidup, dan tujuan itu tidak berubah samapai sekarang. Dengan berpetualang dapat mendatangkan inspirasi bagi sebagian orang. Alam terbuka adalah tantangan dan penuh misteri yang yang menanti untuk dipecahkan.

Dengan berpetualang kita akan belajar banyak hal, sehingga tidaklah heran walaupun banyak musibah bahkan sampai memakan korban jiwa dari suatu petualangan tidak sama sekali menyurutkan munculnya petualang-petualang baru.
Berpetualang dalam kegiatan kepencintaalaman tidak terlepas dari orang yang melakukan suatu petualangan (adventurer). Collin Martlock dalam bukunya “The Adventure Alternatif”, memandang manusia sebagai pelaku petualangan terdiri dari 4 komponen, yaitu :
a. Fisik
b. Mental
c. Emosional
d. Inti (jiwa/semangat)

Menurut Martlock, petualangan sebenarnya adalah pengembangan dari kegiatan bermain, yang menurutnya lagi dibagi menjadi 4 tahap :
a. Play (bermain)
b. Adventure (petualangan)
c. Frontier Adventure (petualangan berat atau habis-habisan)
d. Misadventure (petualangan yang salah atau kelewatan)

Berpetualang bagi banyak orang merupakan proses pegenalan kemampuan diri, dimana jiwa akan terpuaskan bila dapat melewati suatu tantangan. Bukankah untuk belajar mendaki gunung kita harus mendaki gunung.

2. Minat dan Kegemaran
Kegiatan ini lebih bersifat hobi dan prestasi. Kegiatan kepencintaalaman seperti ini, misalnya panjat tebing, arung jeram dan lain sebagainya. Kedua kegiatan yang telah penulis sebutkan tadi telah dilombakan/dikompetisikan, dan bahkan telah memiliki induk cabang olah raga sediri-sendiri.
Ditunjang dengan perkembangan peralatan dan sarana yang begitu pesat dan memadai sekarang ini, kegatan kepencintaalaman minat dan kegemaran sudah semakin variatif

3. Konsevasi.
Kegiatan kepencintaalaman ini bersifat kepada kegiatan eksplorasi dan ekploitasi ilmiah. Kegiatan jenis ini selalu menjadikan alam sebagai laboratorium yang menarik dan selalu mendatangkan inspirasi yang berubah-ubah.
Kegiatan yang termasuk ke dalam konservasi ini misalnya : Bird watching club, kader konservasi, kelompok pelestari flora dan fauna, penangkaran satwa langka, arboretum, bina cinta alam,dan sebagainya

4. Wisata Alam
Adalah kegiatan kepencintaalaman berupa rekreasi, pariwisata, pendidikan, penelitian dan cinta alam yang dilakukan pada obyek wisata alam

C. Penutup
Demikianlah yang dapat saya sajikan, sekarang tinggal bagaimana kitayang mengaku pencinta alam harus memilih atau sama sekali tidak memilih atau memilih semua kegiatan-kegiatan tersebut
Menurut hemat penulis seorang pencinta alam sejati harus memiliki semua kemampuan diatas atau paling tidak mengetahui semua kegiatan yang ada dipencinta alam. Kalau kita melihat lebih jeli kembali sebenarnya semua kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dan kita memerlukan semuanya. Kita butuh petualangan untuk mengenal diri sendiri dengan demikian kita tahu kebutuhan kita (minat dan kegemaran). Walaupun alam dapat mengatur dirinya sendiri namun alam juga perlu sentuhan tangan manusia, sehingga dapat menunjang kegiatan pariwisata, pendidian dan penelitian.
Penulis menghimbau pada diri sendiri dan penggiat alam terbuka agar tidak menempatkan alam sebagai tujuan kesenangan semata (Hedonis) namun bagaimana ita berusaha mendapatkan pelajaran dari apa yang telah kita perbuat untuk dan dari alam.
Sekian dan salam lestari

**) Staf Pengajar pada SMAN 1 Lingsar, Ketua Mapala FKIP UNRAM tahun 1996 dan Ketua Grahapala Rinjani tahun 1997

MENGAPA AIR MATA ASIN? MENGAPA AIR TELINGA PAHIT? DAN AIR LIUR TAWAR?

Pernahkah Anda bertanya, mengapa air mata rasanya asin? Mengapa air telinga pahit? atau mengapa pula air liur rasanya tawar-tawar saja?

Tidak banyak yang tahu atau menyadari keajaiban dari apa yang kita miliki: air mata, air telinga, dan air liur. Fakta ilmiah ini terkadang disepelekan, padahal ketiganya memiliki fungsi berlainan yang memang diciptakan demikiaan oleh sang Pencipta sehingga kita dapat hidup dengan sangat baik.

Air mata diciptakan asin karena memang kandungannya yang meliputi leusinenkefalin, adrenokortikotropik, dan prolaktin serta beberapa elektrolit, protein pengikat lemak dan Imunoglobulin A yang keseluruhannya menghasilkan rasa asin. Dimana fungsi utama dari keseluruhannya ialah menjaga kondisi mata agar tetap stabil. Protein pengikat lemak itu sendiri membuat lapisan terluar yang terdiri dari lapisan lemak yang fungsinya melindungi kelembaban mata tetap utuh.

Air telinga kita pahit, sebenarnya merupakan hasil sekresi dari kelenjar-kelenjar di dalam telinga yang bersifat basa dan lengket. Sekresi ini memungkinkan telinga yang mana lubangnya terbuka dan tanpa penutup itu bilamana termasuki oleh serangga ataupun makhluk kecil lain menjadikan mereka tidak tahan berlama-lama di dalamnya dan segera keluar dari telinga. Cairan yang cenderung lengket menjadikan benda-benda kecil yang masuk cenderung terperangkap dan dapat dikeluarkan sebagai kotoran telinga.

Air liur kita memang diciptakan tawar. Ini dikarenakan memang fungsi daripadanya yang berhubungan dengan rasa dari makanan yang kita makan. Dapatkah Anda bayangkan jika air liur kita berubah rasa? Sangat-sangat tidak mengenakkan sekali pasti di kala menyantap makanan. Ini pun pasti Anda rasakan ketika Anda sakit. Minum air tawar pun berasa pahit. Sangat tidak nyaman. Air liur mengandung enzim dan beberapa protein dan zat antibakteri. Pada waktu Anda sakit, kandungan dari air liur berubah sedemikian rupa sehingga komposisi daripadanya cenderung menghasilkan cairan yang agak basa. Inilah mengapa Anda merasakan rasa pahit saat sakit dan sangat tidak nyaman di kala menyantap makanan.

HANYA DENGAN JANGKRIK,,KITA BISA MENGETAHUI BERAPA TEMPERATUR DI SEKITAR KITA…

 

Kalian semua pasti sudah tau jangkrik kan? ya binatang yang satu ini ternyata bisa kita dijadikan termometer untuk mengukur suhu sekitar kita lho,,pertama akan saya jelaskan dulu,,jangkrik merupakan satwa berdarah dingin,,dan semua satwa berdarah dingin menjalankan fungsi tubuh mereka lebih cepat pada temperatur lebih tinggi,,gak percaya? Bandingin aj seberapa cepat semut berlari antara cuaca dingin dah cuaca panas..nah lain semut lain jangkrik,,derik jangkrik dirancang oleh hukum alam untuk menyesuaikan diri secara langsung dengan temperatur.untuk memahami pesan mereka,,kita tinggal memakai rumus untuk menterjemahkannya..

Cara terbaik mengukur temperatur ala jangkrik adalah mendengarkan sejenis jangkrik pohon asal Amerika Utara,,tapi klo ga ada jangan sedih,jangan nangis dan jangan yang aneh2,,sebab jangkrik manapun umumnya berderik dengan irama yang kurang lebih sama.

Berikut ini cara mengukur temperaturnya,,hanya dengan mendengarkan derik jangkrik itu sendiri,,hitung derik jangkrik itu selama lima belas detik,,kemudian tambahkan dengan empat puluh,,kita akan memperoleh temperatur dalam derajat fahrenheit. Tapi itu kan dalam fahrenheit,,gmn klo celcius? Saya yakin pasti yang baca dah pada lupa ma rumus kya gtuan,,haha”..tapi gak usah pake rumus deh,,kita cukup menghitung derik jangkrik selama delapan detik,kemudian menambahkannya dengan lima,,dapet dah tu temperatur dalam celcius..(mantab kan!!!)

Oya,,tapi perlu diingat,,jangkrik hanya menyiarkan laporan temperaturnya hanya untuk tempat dimana ia sedang berderik. Jadi kecuali kita sedang berada di kebun atau pekarangan rumah,,temperatur sekitar kita mungkin berbeda dengan temperatur yang dikasih tau jangrik..ok!!

%d blogger menyukai ini: