MATERI KEPENCINTAALAMAN

OLEH : ISMAWAN HARIADI, SPd., M.Pd **)

“Gunakan gunung dan laut sebagai ruang belajar untuk menghasilkan orang-orang yang terbaik, untuk membangun karakter, untuk menanamkan ketangguhan harapan individu dan kelompok di dalam masyarakat tergantung kemampuannya bertahan hidup”.
(Kurt Hanh)

A. Pendahuluan
Akhir-akhir ini minat masyarakat (dalam hal ini pelajar dan mahasiswa) untuk masuk organisasi Pencinta Alam (PA) relatif masih cukup banyak. Hal ini ditunjang dengan perkembangan kepencintaalaman yang cukup pesat. Baik dari segi keragaman kegiatan, peralatan dan sarana penunjang lainnya.
Tidak kita pungkiri di awal-awal terbentuknya organisasi PA ditahun 60-an yang dipelopori oleh Wanadri dan Mapala Universitas Indonesia, kegiatan pencinta alam/kepencintaalaman masih berkisar pada pendakian gunung. Hal ini masih terus berjaln samapai pada awal tahun 90-an.
Namun sesuai dengan perkembangan zaman yang diikuti dengan derasnya arus informasi dan komunikasi serta teknologi di era tahun 90-an, kegiatan pencinta alam mulai mengalami keragaan, dan sampai-sampai kegiatan kepencintaalaman oleh beberapa orang telah dijadikan komoditas bisnis yang menjanjikan dan memiliki prospek masa depan yang cerah untuk dikembangkan.
Oleh bebrapa pebisnis yang melihat peluang ini kegiatan kepencintaalaman merupakan sarana ampuh di dalam membangun kekompokkan tim (team Building) dalam bentuk outbond dimana hal ini sangat diperlukan dalam suatu kelompok kerja (perusahaan atau instansi).

B. Kepencintaalaman
Kalau kita bicara kepencintaalaman, maka kita berbicara mengenai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dan yang menunjang baik secara langsung maupun tak langsung dalan kegiatan pencinta alam.
Secara garis besar kegiatan kepencinta alaman dibagi menjadi 3 jenis :
1. ADVENTURE (berpetualang)
Berpetualang adalah cikal bakal munculnya kegiatan pencinta alam. Berpetualang adalah kegiatan primitive yang dilakukan oleh nenek moyang kita untuk tujuan bertahan hidup, dan tujuan itu tidak berubah samapai sekarang. Dengan berpetualang dapat mendatangkan inspirasi bagi sebagian orang. Alam terbuka adalah tantangan dan penuh misteri yang yang menanti untuk dipecahkan.

Dengan berpetualang kita akan belajar banyak hal, sehingga tidaklah heran walaupun banyak musibah bahkan sampai memakan korban jiwa dari suatu petualangan tidak sama sekali menyurutkan munculnya petualang-petualang baru.
Berpetualang dalam kegiatan kepencintaalaman tidak terlepas dari orang yang melakukan suatu petualangan (adventurer). Collin Martlock dalam bukunya “The Adventure Alternatif”, memandang manusia sebagai pelaku petualangan terdiri dari 4 komponen, yaitu :
a. Fisik
b. Mental
c. Emosional
d. Inti (jiwa/semangat)

Menurut Martlock, petualangan sebenarnya adalah pengembangan dari kegiatan bermain, yang menurutnya lagi dibagi menjadi 4 tahap :
a. Play (bermain)
b. Adventure (petualangan)
c. Frontier Adventure (petualangan berat atau habis-habisan)
d. Misadventure (petualangan yang salah atau kelewatan)

Berpetualang bagi banyak orang merupakan proses pegenalan kemampuan diri, dimana jiwa akan terpuaskan bila dapat melewati suatu tantangan. Bukankah untuk belajar mendaki gunung kita harus mendaki gunung.

2. Minat dan Kegemaran
Kegiatan ini lebih bersifat hobi dan prestasi. Kegiatan kepencintaalaman seperti ini, misalnya panjat tebing, arung jeram dan lain sebagainya. Kedua kegiatan yang telah penulis sebutkan tadi telah dilombakan/dikompetisikan, dan bahkan telah memiliki induk cabang olah raga sediri-sendiri.
Ditunjang dengan perkembangan peralatan dan sarana yang begitu pesat dan memadai sekarang ini, kegatan kepencintaalaman minat dan kegemaran sudah semakin variatif

3. Konsevasi.
Kegiatan kepencintaalaman ini bersifat kepada kegiatan eksplorasi dan ekploitasi ilmiah. Kegiatan jenis ini selalu menjadikan alam sebagai laboratorium yang menarik dan selalu mendatangkan inspirasi yang berubah-ubah.
Kegiatan yang termasuk ke dalam konservasi ini misalnya : Bird watching club, kader konservasi, kelompok pelestari flora dan fauna, penangkaran satwa langka, arboretum, bina cinta alam,dan sebagainya

4. Wisata Alam
Adalah kegiatan kepencintaalaman berupa rekreasi, pariwisata, pendidikan, penelitian dan cinta alam yang dilakukan pada obyek wisata alam

C. Penutup
Demikianlah yang dapat saya sajikan, sekarang tinggal bagaimana kitayang mengaku pencinta alam harus memilih atau sama sekali tidak memilih atau memilih semua kegiatan-kegiatan tersebut
Menurut hemat penulis seorang pencinta alam sejati harus memiliki semua kemampuan diatas atau paling tidak mengetahui semua kegiatan yang ada dipencinta alam. Kalau kita melihat lebih jeli kembali sebenarnya semua kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dan kita memerlukan semuanya. Kita butuh petualangan untuk mengenal diri sendiri dengan demikian kita tahu kebutuhan kita (minat dan kegemaran). Walaupun alam dapat mengatur dirinya sendiri namun alam juga perlu sentuhan tangan manusia, sehingga dapat menunjang kegiatan pariwisata, pendidian dan penelitian.
Penulis menghimbau pada diri sendiri dan penggiat alam terbuka agar tidak menempatkan alam sebagai tujuan kesenangan semata (Hedonis) namun bagaimana ita berusaha mendapatkan pelajaran dari apa yang telah kita perbuat untuk dan dari alam.
Sekian dan salam lestari

**) Staf Pengajar pada SMAN 1 Lingsar, Ketua Mapala FKIP UNRAM tahun 1996 dan Ketua Grahapala Rinjani tahun 1997

About wantemashariadi

saya adalah seorang yang selalu berpikir simple namun mempunyai visi ke depan, dan apa adanya titik

Posted on 20 September 2012, in Beberoq. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: